Kebun Teh Andung Biru

Kebun Teh Andung Biru Probolinggo memang sangat lengkap sekali destinasi wisatanya, kali ini kami akan mengulas mengenai Perkebunan Teh Andung Biru yang terletak tepatnya di kawasan kabupaten Probolinggo. Kebun Teh ini menjadi salah satu obyek wisata yang menawarkan suasana hijau khas perkebunan teh, memiliki udara disekitar yang dingin dan sejuk dan pemandangan alam yang eksotis. Perkebunan berada di Kecapatan Tiris – Kabupaten Probolinggo, untuk rute menuju Destinasi Wisata ini, dari Kota Probolinggo anda menuju ke pertigaan di Kecamatan Pajarakan ( arah Paiton atau Banyuwangi ) dengan memakan waktu sekitar 34 Menit dari Kota Probolinggo, dari pertigaan Pajarakan anda bisa mengambil jalur belok kanan ke arah Pondok pesantren Genggong. Dari Genggong anda terus sampai kearah Krucil, di Krucil ini anda akan menemukan sebuah pertigaan yang ke kiri menuju Bremi dan ke kanan menuju Tiris.

Bee Jay Bakau Resort

20151213_14543020151213_144446

 

Bee Jay Bakau Resort alamat Pelabuhan Perikanan Pantai Mayanga Kota Probolinggo. Bee Jay Bakau Resort adalah wahana ekowisata bakau yang menyajikan keindahan alam yang eksotis lengkap dengan pantai pasir putih buatan, lapangan bola voli pantai, saung keluarga, permainan air, water splash, waterboom, ruang bilas, atraksi pembagian makan ikan, food court ala cafe tenda, jenis tanaman/pohon buah langka, parkiran yang luas, dan masih banyak fasilitas yang disediakan oleh BJBR.

Probolinggo patut berbangga karena memiliki Hutan Mangrove, didukung oleh wilayah yang berbatasan dengan laut, membuat Probolinggo banyak menyuguhkan tempat – tempat menarik yang langsung berhadapan dengan laut, salah satunya Wisata Mangrove, banyak wisatawan dari daerah luar Probolinggo, yang berkunjung ke Probolinggo yang tidak hanya berwisata tetapi juga melakukan penelitian dan Observasi lingkungan   BJBR adalah ekowisata bakau di atas pantai pasang surut di Kota Probolinggo dengan fasilitas lengkap antara lain: Restoran Sari Laut, Bungalow, Meeting Room, Café dan Pantai Pasir Putih Buatan dengan aneka ragam permainan air serta lapangan bola voli pantai.

Puncak B 29 Bromo

Wisata Gunung Bromo, merupakan tempat wisata yang sangat mempesona, dimana tempat ini adalah salah satu dari destinasi wisata yang termasuk dalam Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Biasanya para wisatawan menghabiskan waktu berlibur ke Gunung Bromo dengan mengunjungi destinasi wisata antara lain Pananjakan, Kawah Gunung Bromo, Padang Savana, dan Pasir Berbisik atau lautan pasir yang ada dikawasan Gunung Bromo. Kali ini visitprobolinggo akan mengulas mengenai destinasi wisata yang bisa anda kunjungi bersama keluarga, kerabat dan teman anda dan diantara destinasi wisata di gunung bromo yang patut anda kunjungi yaitu Puncak B 29

Rute jalan menuju puncak B29 ada tiga jalur :
1. Rute dari Lumajang – Kecamatan Senduro – Desa Argosari – Puncak B29. Kira-kira perjalanan dari Lumajang dapat Anda tempuh sekitar 2 jam untuk sampai di puncak B29. Rute ini tidak bisa dilewati mobil pribadi, akses medannya sedikit sulit karena masih di bilang belum aspal masih jalan telford. Anda bisa merogoh kocek sekitar 50 rb dengan menggunakan jasa sewa ojek yang di sediakan oleh warga sekitar Desa Argosari.
2. Rute dari Wisata Bromo – Ranu Pani – Kecamatan Senduro – Desa Argosari – Puncak B29. Dari Bromo Anda menggunakan Jeep atau Hardtop melewati lautan pasir menuju ke Ranu pani, kemudian melanjutkan ke Desa Argosari. Sejauh perjalanan Anda di akan disuguhi pemandangan cantik dan hutan alami yang masih di huni hewan seperti kera hutan.
3 Rute dari Malang – Tumpang – Ranu Pani – Kecamatan Senduro – Desa Argosari – Puncak B29. Rute yang sering dilewati oleh pendaki Gunung Semeru ini juga bisa di tempuh dengan menggunakan Jeep maupun motor.

 

Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL)

Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL) atau Masyarakat Probolinggo lebih populer menyebutnya dengan nama Kebun Binatang Probolinggo merupakan tempat wisata yang dikelola oleh pemerintah Probolinggo, tak heran kenapa TWSL ini lebih populer disebut kebun binatang karena isi TWSL ini merupakan kebun binatang mini. Tempat ini lokasinya berada di Jalan Basuki Rahmat, Kota Probolinggo, Jawa Timur.

 

Wisata Air Terjun Hyang Darungan Bremi

Air Terjun Hyang Darungan berlokasi di Desa Bremi, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, Propinsi Jawa Timur. Bisa ditempuh sekitar 1 jam perjalanan dari Probolinggo dengan kendaraan bermotor dan diteruskan dengan trekking (jalan kaki) selama 1 jam melalui area perkebunan kopi Aeng Dingin bekas milik Belanda berlokasi di lereng barat Pegunungan Argopuro.

Desa Bremi juga dikenal sebagai akses atau jalan menuju taman hidup di lereng gunung Argopuro. Taman hidup yang selama ini diyakini sebagai tempat bersemayamnya dewi Rengganis (pada postingan terpisah akan kami ulas tentang dewi Rengganis). Dan daerah Bremi ini sendiri merupakan salah satu desa yang masuk dalam program desa wisata di Krucil kabupaten Probolinggo.

 

Untuk sampai di Air terjun Hyang Darungan para wisatawan diharuskan trekking atau berjalan kaki sejauh 2 kilometer dari loket masuk wisata Bremi. Namun suasana alam serta udara nan masih segar ditempat ini membuat perjalanan kita tidak akan terasa. Karena dikanan kiri anda akan disuguhi pemandangan luar biasa hebatnya.

Di lokasi wisata air terjun Hyang Darungan ini, terdapat 2 air terjun yang sama bagusnya. Satu berada dibawah dan satu lagi berada diatas. Keduanya sama-sama memiliki air yang dingin dan menyegarkan. Untuk air terjun dibawah mempunyai tinggi sekitar 15 meter dan disini kita bisa mandi dengan bebas merasakan dinginnya air pegunungan di Bremi.

Jika penasaran dan ingin merasakan air terjun dibagian atas, kita masih harus berjalan kaki lagi kira-kira sejauh 500 meter dari air terjun yang pertama. Berbeda dengan air terjun dibawah, panorama air terjun atas jelas lebih indah. Tinggi air terjunbisa mencapai 20 meter lebih dengan hamparan bebatuan dibawahnya. Para pengunjung juga bisa mandi dan berenang, selain itu anda pun juga bisa camping disini. Namun untuk camping, kita harus membawa sendiri alat camping anda.

Rute Dan Akses Ke Air Terjun Hyang Darungan Bremi

Ada 2 alternatif pilihan jika kita akan menuju lokasi wisata Air Terjun Hyang Darungan Bremi. Antara lain :

  1. Alternatif yang pertama jika dari kota Probolinggo menuju Air Terjun Hyang Darungan Bremi, baik dengan bermotor atau memakai roda empat, anda bisa menempuh perjalanan dengan transportasi darat sekitar 1 jam. Berjalan kearah Pajarakan lalu ikuti rambu hijau bertuliskan Bremi.
  2. Lalu alternatif yang kedua adalah, jika menggunakan kendaraan umum dari terminal Probolinggo, anda harus naik bus jurusan Pajarakan / Situbondo. Setelah sampai di Panjarakan, perjalanan dapat dilanjutkan dengan naik angkutan kota dengan jurusan Bremi.

 

Danau Ronggojalu

Jalan menuju wisata air ini cukup mudah atau hanya membutuhkan waktu 30 menit dari Kota Probolinggo melewati jalan arah menuju Lumajang dan Jember.

Konon danau yang tak begitu luas ini memiliki kisah tentang perebutan wilayah oleh Ki Ronggo dan Ki Jalu yang masih satu saudara. Mereka berebut dan berperang. Sementara ada seorang Kyai sakti yang menancapkan sebuah lidi di kawasan danau itu dan menyuruh Ronggo dan Jalu untuk mencabut lidi tersebut.

Siapa yang berhasil, dia lah yang menjadi penguasa wilayah tersebut. Namun, keduanya tidak ada yang mampu mencabutnya, dan kemudian kyai sakti itu lah yang mencabut hingga bekas tancapan lidi itu mengeluarkan sumber air hingga menjadi sebuah danau dan kedua bersaudara itu tenggelam dan mati.

Namun, lanjut Anis, kisah terbentuknya danau tersebut lebih kental dan lebih dikenal karena perebutan wilayah Ki Ronggo dan Ki Jalu.

Di tepi danau itu, terdapat dua makam yang dicat berwarna oranye. Makam dengan pagar hampir roboh itu tepat berada di bawah pohon rindang. Makam itu, diyakini sebagai makam Ki Ronggo dan Ki Jalu yang berdampingan.

Danau Ronggojalu, termasuk destinasi wisata yang masuk dalam catatan dinas pariwisata setempat. Hanya saja, wisata potensial ini kurang diperhatikan dan dipelihara dengan baik sehingga belum banyak orang tau, atau hanya pengujung lokal.

Padahal air dari danau tersebut, merupakan air yang diolah untuk dikonsumsi masyarakat di Probolinggo, termasuk untuk dikonsumsi masyarakat di Gili Ketapang, pulau kecil yang terdapat di selat Madura.

 

Air Panas Desa Tiris

Jawa Timur adalah provinsi yang memiliki wisata alam yang menakjubkan. Seperti halnya yang terdapat di Kabupaten Probolinggo, tepatnya di desa Tiris. Selain terdapat sebuah danau bernama ranu Segaran, tak jauh dari lokasi ini juga terdapat lokasi pemandian air panas Tiris. Konon, panas yang dihasilkan merupakan satu muara dengan aktivitas gunung Bromo yang terletak di antara wilayah Probolinggo, Pasuruan dan Malang. Pemandian air panas ini terletak di kecamatan Tiris dan dapat di akses dari dua jalur,yaitu bisa melewati desa Segaran atau melewati Ranuagung.

 

Kalau kita dari pintu masuk utama (kalau belok kanan ke arah Ranu Segaran), maka kita harus ambil jalan yang lurus sampai akhirnya kita nanti bertemu dengan tempat parkir sepeda motor atau mobil. Dari tempat parkir ini, untuk menuju lokasi wisata kita harus menuruni jalan yang cukup curam menuju ke sungai. Letak Air Panas Tiris ini tepat di tepi sungai. Tidak perlu risau kehabisan perbekalan dan makanan saat di lokasi sumber air panas ini. Di lokasi ini ada satu warung, dua kamar ganti, dan ‘bruga’ untuk tempat bersantai. Tentu saja, keunikannya tetap menjaga kesan natural pemandian ini.

 

Garis berwarna biru adalah garis perkiraan patahan. Patahan yang dapat mengindikasikan timbulnya manifestasi panas bumi di 6 titik yang ada pada gambar. Titik-titik lokasi manifestasi berada pada satu kemelurusan yang dapat mendukung adanya patahan. Makadari itu TIRIS adalah salah satu incaran atau refrensi sebagai daerah pengembangan PLTP (pembangkit listrik tenaga panas bumi) di Jawa Timur.

 

Potensi lain wisata air panas ini, dipercaya masyarakat dapat sebagai terapi pengobatan beberapa penyakit kulit, seperti gatal-gatal,panu dan berbagai macam lainnya. Jadi tak ada salahnya, berwisata dan berobat di kawasan pemandian air panas TIris.

 

Candi Jabung

Candi Jabung adalah salah satu candi hindu peninggalan kerajaan Majapahit. Candi hindu ini terletak di Desa Jabung, KecamatanPaiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Struktur bangunan candi yang hanya dari bata merah ini mampu bertahan ratusan tahun. Menurut keagamaan, Agama Budha dalam kitab Nagarakertagama Candi Jabung di sebutkan dengan nama Bajrajinaparamitapura. Dalam kitab Nagarakertagama candi Jabung dikunjungi oleh Raja Hayam Wuruk pada lawatannya keliling Jawa Timur pada tahun 1359 Masehi. Pada kitab Pararaton disebut Sajabung yaitu tempat pemakaman Bhre Gundal salah seorang keluarga raja.

Arsitektur bangunan candi ini hampir serupa dengan Candi Bahal yang ada di Bahal, Sumatera Utara.

Candi Jabung berdiri di sebidang tanah berukuran 35 meter x 40 meter. Pemugaran secara fisik pada tahun 1983-1987, penataan lingkungan luasnya bertambah 20,042 meter persegi dan terletak pada ketinggian 8 meter di atas permukaan air laut. Situs terdiri dari dua bangunan utama yang terdiri atas satu bangunan besar dan yang satu bangunan kecil dan biasa disebut “Candi Sudut”. Yang menarik adalah material bangunan candi yang tersusun dari batu bata merah berkualitas tinggi yang diukir untuk membentuk relief.

Bangunan terbuat dari batu bata dan ukuran candi Jabung adalah panjang 13,13 meter, lebar 9,60 meter dan tinggi 16,20 meter. Candi Jabung menghadap ke arah Barat, pada sisi barat menjorok ke depan, merupakan bekas susunan tangga naik memasuki Candi. Disebelah Barat Daya halaman candi terdapat bangunan candi kecil. Menara sudut di perkirakan penjuru pagar, fungsinya sebagai pelengkap bangunan induk Candi Jabung. Candi Menara sudut terbuat dari bahan batu bata, bangunan candi tersebut berukuran tiap-tiap sisi 2,55 meter, tinggi 6 meter.

Arsitektur Candi Jabung sangat menarik, terdiri atas bagian batur, kaki, tubuh dan atap, pada bagian tubuh bentuknya bulat (silinder segi delapan ) berdiri di atas bagian kaki candi yang betingkat tiga berbentuk persegi. Sedangkan pada bagian atapnya dagoda (stupa) tetapi pada bagian puncak sudah runtuh dan atapnya berhias motif sulur-suluran. Di dalam bilik candi terdapat lapik arca, berdasarkan inskripsi pada gawang pintu masuk candi Jabung didirikan tahun 1276 saka (1354 Masehi) pada masa awal pemerintahan Raja Hayam Wuruk

Candi ini berjarak hanya sekitar 5 km dari Kecamatan Kraksaan atau 500 meter sebelah tenggara kolam renang Jabung Tirta yang berada di pinggir jalan raya Surabaya -Banyuwangi. Situs ini, sebagaimana umumnya candi di Indonesia, diselaraskan dengan gunung. Jika dikaitkan dengan mata air di sekitarnya, mungkin sekali sumber mata air di Desa Tamansari (Kraksaan) atau di sekitar desa Taman-Petunjungan (Paiton) dahulu berperan dalam kegiatan ritual di Candi Jabung. Di Desa Wangkal di Kecamatan Gading, ditemukan mata air dengan batu bertulis, sehingga rupanya mata air ini juga merupakan petilasan penting. Hal ini menjadi petunjuk adanya rangkaian ibadah antara Candi Kedaton di Kecamatan Tiris dengan candi ini.

 

Ranu Segaran

Ranu Segaran merupakan sebuah danau yang terletak di Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo. Ranu Segaran adalah salah satu danau yang terbentuk akibat akititas vulkanik, yang dulunya merupakan bekas kawah yang sudah tidak aktif lagi dan tergenang air hingga akhirnya menjadi danau.

Untuk menuju ke Ranu Segaran kita menuju ke Kecamatan Tiris. Kemudian dari sana kita menuju ke Desa Ranu Agung, kita bisa bertanya kepada warga setempat. Pintu masuk danau ini adalah bersebelahan dengan koramil, sehingga mudah untuk mencarinya.
Disini kita bisa menikmati suasana tenang sambil minum secangkir kopi di rumah yang sekaligus warung di tepi danau. Selain itu, kita juga bisa bermain di danau menggunakan perahu sampan dan perahu bebek.

Disekitar Ranu Segaran juga terdapat pemandian air panas terbuka, warga setempat biasa menyebutnya pemandian air panas tiris. Air panas ini terletak di tepi sungai, di tepian sungai ini terdapat belerang sebagai sumber air panasnya. Fasilitas yang tersedia antara lain adalah warung, kamar mandi ganti, dan tempat penitipan barang. Kita bisa melepas lelah dengan berendam air panas selama yang kita inginkan. Berendam dengan air yang mengandung belerang juga dipercaya dapat menyembuhkan penyakit kulit. Jadi disamping rasa lelah akan hilang kitapun juga sembuh dari penyakit kulit bagi yang menderita.

Pantai Gili Ketapang

Gili Ketapang adalah sebuah desa dan pulau kecil di Selat Madura, tepatnya 8 km di lepas pantai utara Probolinggo. Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Luas wilayahnya sekitar 68 ha, dan jumlah penduduknya 7.600 jiwa (2004), yang sebagian besar adalah Suku Madura dan bermata pencaharian sebagai nelayan. Penduduk pulau ini dikenal relatif makmur. Gili Ketapang merupakan salah satu tujuan wisata alam di Kabupaten Probolinggo. Pulau terebut dihubungkan dengan Pulau Jawa dengan perahu motor melalui Pelabuhan Tanjung Tembaga, Kota Probolinggo, dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.

Menurut legenda setempat, pulau ini dulunya menyatu dengan daratan Desa Ketapang (Pulau Jawa), yang kemudian secara gaib bergerak lamban ke tengah laut, karena gempa yang dahsyat akibat letusan Gunung Semeru. Nama Gili Ketapang berasal dari bahasa Madura, gili yang artinya mengalir, dan Ketapang merupakan nama asal desa tersebut.