Danau Ronggojalu

Jalan menuju wisata air ini cukup mudah atau hanya membutuhkan waktu 30 menit dari Kota Probolinggo melewati jalan arah menuju Lumajang dan Jember.

Konon danau yang tak begitu luas ini memiliki kisah tentang perebutan wilayah oleh Ki Ronggo dan Ki Jalu yang masih satu saudara. Mereka berebut dan berperang. Sementara ada seorang Kyai sakti yang menancapkan sebuah lidi di kawasan danau itu dan menyuruh Ronggo dan Jalu untuk mencabut lidi tersebut.

Siapa yang berhasil, dia lah yang menjadi penguasa wilayah tersebut. Namun, keduanya tidak ada yang mampu mencabutnya, dan kemudian kyai sakti itu lah yang mencabut hingga bekas tancapan lidi itu mengeluarkan sumber air hingga menjadi sebuah danau dan kedua bersaudara itu tenggelam dan mati.

Namun, lanjut Anis, kisah terbentuknya danau tersebut lebih kental dan lebih dikenal karena perebutan wilayah Ki Ronggo dan Ki Jalu.

Di tepi danau itu, terdapat dua makam yang dicat berwarna oranye. Makam dengan pagar hampir roboh itu tepat berada di bawah pohon rindang. Makam itu, diyakini sebagai makam Ki Ronggo dan Ki Jalu yang berdampingan.

Danau Ronggojalu, termasuk destinasi wisata yang masuk dalam catatan dinas pariwisata setempat. Hanya saja, wisata potensial ini kurang diperhatikan dan dipelihara dengan baik sehingga belum banyak orang tau, atau hanya pengujung lokal.

Padahal air dari danau tersebut, merupakan air yang diolah untuk dikonsumsi masyarakat di Probolinggo, termasuk untuk dikonsumsi masyarakat di Gili Ketapang, pulau kecil yang terdapat di selat Madura.